![]() |
Boleh saja mengira, Yamaha Vega ZR adalah perubahan kecil dari versi terdahulunya, Vega R. Tapi ternyata tidak ada yang sama antara kedua motor ini kecuali desain bodinya yang masih sedikit mirip, maklum Yamaha menciptakan kedua motor “irit” ini sebagai kakak dan adik. Selain itu semuanya berbeda dari sasis sampai mesin. Vega ZR benar-benar baru.
“Ini adalah pengembangan terbaru dari generasi Vega R namun bukan sekedar perubahan kecil. Vega ZR ini benar-benar baru,” buka Dyonisius Beti, Vice President Director, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) yang mengelar acara launching heboh dengan mendatangkan pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo. Apakah Vega ZR seheboh Lorenzo? Mari kita lihat bersama motor yang baru akan resmi diproduksi sekaligus dijual pada Januari 2009 ini.
“Kita baru akan produksi dan jual pada Januari 2009, makanya belum tahu harga pastinya. Mungkin sedikit lebih mahal Rp 500 ribuan dengan Vega R. Nanti kita kasih kepastian harganya, sabar ya,” terang Dyon dengan senyum ramahnya. Tapi tentunya boleh dong Pak, dagangannya kita kupas sedikit.
![]() Sein di body | ![]() Desain head lamp mirip Vega R |
Untuk membuktikan mereka berbeda bisa dilihat dari konstruksi rangkanya. Bila dibandingkan Vega ZR dan Vega R punya dimensi yang berbeda. Vega ZR punya sumbu roda lebih panjang. Bila Vega ZR panjangnya 1235 mm sedang Vega R hanya 1195 mm. Meski lebih panjang bukan berarti tak selincah Vega R. Dengan selisih yang sangat kecil bisa dipastikan tidak akan terasa perbedaannya.
Justru akan membuat motor lebih stabil karena tenaga dari mesin 115cc diklaim lebih besar. Apalagi bila melihat kontruksi mesinnya yang over stroke, Vega ZR memiliki torsi yang lebih besar bila dibanding dengan Vega R. Tentunya konstruksi rangka seperti ini akan membuat Vega ZR makin tenang saat berakselerasi.
Coba bandingkan, Vega ZR memiliki diameter piston 50 mm dan langkah 57,9 mm. Sedang pada Vega R diameter pistonnya 51mm dan langkahnya 54,0 mm. Berdasarkan data ini sudah terbukti Vega ZR punya torsi dan tenaga di putaran bawah yang cukup besar.
Bicara irit-iritan, motor dengan karakter seperti ini juaranya. Karena pengendara tidak perlu membuka gas dalam-dalam untuk mengajak motor berjalan. Konstruksi mesin ini juga membuktikan bahwa mesin yang dipakai Vega ZR benar-benar berbeda dengan pendahulunya Vega R. Bahkan karakternya mirip-mirip Yamaha Mio yang punya diameter piston dan langkah sama.
![]() Stop lamp elegan | ![]() Kunci jok di spatbor belakang |
Spesifikasi Vega ZR :
Mesin
Tipe : 4 langkah SOHC pendingin udara
Diameter x Langkah : 50,0 x 57,9 mm
Volume Silinder : Satu silinder mendatar
Gigi transmisi : 4 Kecepatan
Pola Pengoperasian gigi : N-1-2-3-4 (Kembali)
Kopling : Manual, Basah, Multiplat
Karburator : VM 17 SH x 1 Mikuni
Sistem Starter : Motor Starter dan Starter Engkol
Kelistrikan
Battery : 12V5AH
Busi : C6HSA/W20FS-U
Sistem Pengapian : DC-CDI
Rangka
Tipe Rangka : Pipa Besi
Suspensi Depan : Teleskopic Fork
Suspensi Belakang : Swing Arm
Ban Depan : 70/90-17M/C38P
Ban Belakang : 80/90-17M/C44P
Rem Depan : Cakram Hidrolik /Tromol
Rem Belakang : Tromol
Dimensi
Panjang x Lebar x Tinggi : 1930 mm x 675 mm x 1055 mm
Jarak Sumbu Roda : 1235 mm
Jarak Terendah Ke Tanah : 126 mm
Kapasitas Tangki : 4,2 liter
Berat Isi : 97 kg
Spesifikasi Vega R :
Mesin
Tipe : 4 langkah Air Cooled
Diameter x Langkah : 51,0 x 54,0 mm
Volume Silinder : 110,3 cc
Susunana Silinder : Satu mendatar
Gigi Transmisi : 4 Kecepetan
Pola Pengoperasian : N-1-2-3-4 (Return)
Kopling : Manual, Basah, Multiplat
Karburator : VM 17 x 1 Mikuni
Sistem Starter : Motor Starter dan Starter Engkol
Kelistrikan
Battery : 12V5AH
Busi : C6HSA/W20FS-U
Sistem Pengapian : CDI
Rangka
Tipe Rangka : Pipa
Suspensi Depan : Telescopic Fork
Suspensi Belakang : Swing Arm
Ban Depan : 70/90-17M/C38P
Ban Belakang : 80/90-17M/C44P
Rem Depan : Cakram Hidrolik
Rem Belakang : Tromol
Dimensi
Panjang x Lebar x Tinggi : 1890 mm x 675 mm x 1030 mm
Jarak Sumbu Roda : 1195 mm
Jarak Terendah ke Tanah : 146 mm
Kapasitas Tangki : 4,2 Liter
Berat : 95,1 Kg
Honda Absolute Revo 110
Honda Absolute Revo 110 resmi dilaunching Jumat (30/1) lalu di Senayan, Jakarta Pusat. Menyasar pasar murah sebagai pengganti Revo lama yang sudah tidak diproduksi lagi. Di Jakarta dijual Rp 11,6 juta (Spoke atau jari-jari) dan Rp 13,5 (CW dan warna tri tone).Mengusung mesin dan rangka yang sama dengan Honda Blade 110. Makanya boleh dibilang versi murahnya Balde 110. Supaya nggak penasaran, MOTOR Plus langsung jajal dan menilai secara desain Revo 110 sesaat setelah launching.
Ada beberapa poin yang bisa dibandingkan dengan Blade 110R. Salah satunya adalah fitur.
RIDING IMPRESSION

Penarasan langsung mau geber New Honda Revo 110? Entar dulu. Namanya juga motor baru. Semua fitur dan kelebihan teknologi di motor mesti dipelajari. Jangan sampai Bruer en Sus main putar gas, tapi gaptek saat di atas tunggangan. Wuuuuu!
Memang sih, beda dari generasi Revo sebelumnya. Selain desain bodi lebih smart jika dilihat dari lekukan yang lebih slim dan aerodinamis. Mesinnya cuy.., naik 10 cc dari Revo sebelumnya yang cuma mentok di angka 100 cc kalau dioversize cepek (100).
Tak cuma tambah kapasitas. Mesin 110 cc dari bore x stroke yaitu 50 mm x 55,6 mm didukung teknologi baru. Persis seperti di Blade 110R. Yaitu ada roller rocker-arm pendukung kerja kem, piston berprofil maksimalkan pelumasan, pergeseran offset cylinder agar piston minim gesek. Serta perubahan komponen kopling manual yang andalkan per diafragma.
“Teknologi di mesin dan sasis mirip Blade 110R. Cuma yang ini versi fashionable-nya. Tinggal konsumen mau pilih mana. Dan dari semua teknologi itu, Revo 110 dilebeli EFT alias Efficient & Low Friction Tecnology,” tegas Handy Hariko, Deputy General Manager Technical Service, PT Astra Honda Motor (AHM).
Artinya performa Revo 110 tak bisa dianggap remeh. Terlebih saat sobat pertama kali akan menungganginya. Dan itu dibuktikan Em-Plus saat pertama diberi kesempatan menjajalnya di areal parkir Gelora Bung Karno (30/1) kemarin.Di atas Revo 110, dengan postur tubuh sekitar 162 cm ujung jari kaki sedikit jinjit. Tapi posisi pengendara tetap nyaman. Begitu juga saat menatap menu di panel spidometer. Tampak jelas lantaran posisinya lebih tegak juga banyak perubahan posisi panel.
Di bagian lain seperti tombol sakelar, juga sangat lembut lantaran dimensinya agak besar dan mudah dioperasionalkan. Itu lantaran jarak genggaman jari tangan di grip dengan sakelar mudah dijangkau.
Tahap berikutnya memfungsikan kunci kontak sebagai syarat menghidupkan mesin pakai tombol starter. Setelah 1 menit, mesin minim getaran saat langsam pun dioperasionalkan dengan menginjak persneling ke posisi gigi 1.
Em-Plus sontak dibuatnya. Apalagi saat tanpa sengaja grip gas dipelintir sedikit. Wah.., akselarasinya oke juga. Revo 110 lantas digeber di trek yang sudah disediakan.
Sayang, tenaga putaran menengah ke atas agak tertahan khususnya di kecepatan 40 km/jam di posisi gigi 2 mau ke 3. Tapi mungkin atasnya bisa lebih sip jika trek lurus yang tersedia lebih panjang lagi. Yah.., namanya juga riding impresion. Ya, macam itu rasanya.
Cuma yang bikin Em-Plus tercengang, key shutter Revo 110 tertutup otomatis. Maksudnya, begitu kunci kontak dicabut, lempengan pengaman lubang kunci langsung tertutup rapat.
TES BENSIN

Pengujian bahan bakar Absolute Revo 110 belum mendekati akurasi. Lantaran, lokasi pengetesan kurang memenuhi syarat. Tempatnya di Parkir Timur, Senayan, Jakarta, Revo 110 hanya maksimal digas sampai gigi 3.
Pengujian dilakukan crew Em-Plus yang beratnya 60 kg dan tinggi 162 cm. Kecepatan rata-rata 40 km/jam sampai 50 km/jam. Panel km menunjukan angka 113,6 km sebelum Revo 110 dipakai.
Pengujian menggunakan tabung infus dengan kapasitas bensin yang dimasukan 100 cc. Revo 110 digunakan sampai bensin diinfus kering alias habis. Total jarak tempuh sampai bensin habis di tabung infus 117,5 km.
Berarti 117,5 km dikurangi 113,6 km. Jarak tempuh tes 3,9 km. Artinya 100 cc bensin habis untuk 3,9 km. Kalau 1 liter bensin dengan penggunaan yang sama seperti crew Em-Plus, Revo 110 bisa dipakai sampai 39 km. “Ingat lho mesin hanya dipakai maksimal gigi 3. Belum lagi faktor lain,” bilang Handy Hariko lagi.
Bandingkan hasil uji bensin Revo 110 dengan Blade 110R. Seperti di edisi 512 yang dijajal dengan bobot pengendara 65 kg. Hasilnya 1 liter bensin di Blade sanggup dipakai sampai 47,5.
DESAIN DINAMIS ANAK MUDA
Dari segi desain, Em-Plus mengamati beberapa poin penting. Di sudut estetika, Revo 110 cukup mewakili kesan dinamis khas anak muda dengan bodywork minimalis dan pilihan warna sesuai tren.Sisi lain desain akan menyangkut beberapa aspek, yakni aerodinamika yang memperhatikan gerak alir udara (streamline), comfortability (kenyamanan berkendara), safety riding dan kemudahan pemakaian (easy handling dan user friendly) .
“Dalam istilah dunia desain produk kaitannya dengan kenyamanan antara manusia dan peralatan,” jelas Drs. Edi Setiadi Putera, dosen Institut Teknologi Nasional yang juga juri kehormatan di ajang MOTOR Plus Award 2008.

Saat menjajal kali pertama Revo 110 cc, kamu tak menghadapi masalah berarti untuk comfortability, easy handling, dan user freindly. Evaluasi justru pada fitur spidometer. Masih sama dengan varian Honda lainnya, Revo 110 tak memiliki warning bahaya di spidometer. Warna dari kecepatan nol sampai maksimum tetap sama. “Di sisi ergonomi hal ini kurang ideal,” jelas Edi.
Yuk simak fitur spido khususnya petunjuk bahan bakar dari E (Empty) ke F (Full). Dari sisi desain, dinilai kurang ideal. Secara umum, rider terbiasa membaca dari kiri ke kanan (searah jarum jam).
Logikanya, petunjuk F seharusnya ada di kiri dan E ada di kanan mengingat peruntukkannya bahwa F (kondisi aman, bensin penuh) dan E (kondisi tak aman, bensin kosong). Nah, akan menjadi makin informatif jika rider diberi ‘warning’ E ada di sebelah kanan, karena bensin semakin berkurang saat pemakaian.
Kelebihan fitur lainnya memang ada. Petunjuk pemindahan gigi dari bawah ke atas sudah sesuai kaidah ergonomi. Friendly user ditunjukkan Revo 110 lewat pemakaian bahan fosfor di kunci kontak yang menyala saat gelap. 110R(kiri)
SPESIFIKASI TEKNIK Absolute Revo 110
Panjang X lebar X tinggi 1.925 x 709 x 1.084 mm
Jarak sumbu roda 1.221 mm
Jarak terendah ke tanah 147 mm
Berat kosong 98 kg (CW), 97 kg (Spoke)
Ukuran ban depan 70/90-17 M/C 38P
Ukuran ban belakang 80/90 - 17 M/C 44P
Kapasitas tangki bahan bakar 3,7 liter
Tipe mesin 4 langkah, SOHC, pendinginan udara
Diameter x langkah 50 x 55,6 mm
Volume silinder 109,1 cc
Perbandingan kompresi 9,0:1
Daya maksimum 8,46 PS/7.500 rpm
Torsi maksimum 0,86 kgf.m/5.500 rpm
Kapasitas oli mesin 0,8 liter
Blade 110R
Panjang X lebar X tinggi 1855 x 709 x 1071 mm
Jarak sumbu roda 1.221 mm
Jarak terendah ke tanah 147 mm
Berat kosong 96,8 kg
Ukuran ban depan 70/90-17 M/C 38P
Ukuran ban belakang 80/90 - 17 M/C 44P
Kapasitas tangki bahan bakar 3,7 liter
Tipe mesin 4 langkah, SOHC, pendinginan udara
Diameter x langkah 50 x 55,6 mm
Volume silinder cc 109,1 cc
Perbandingan kompresi 9,0:1
Daya maksimum 8,46 PS/7.500 rpm
Torsi maksimum 0,86 kgf.m/5.500 rpm
Kapasitas oli mesin 0,8 liter





Tidak ada komentar:
Posting Komentar